6 Manfaat Pendapatan Perkapita Bagi Negara

Apakah Anda pernah mendengar mengenai pendapatan perkapita? Pendapatan perkapita merupakan besar pendapatan dari seluruh penduduk dalam satu negara dalam kurun waktu atau periode tertentu. Pendapatan ini sanggup berasal dari manfaat pendapatan daerah dan jenis pendapatan lainnya yang termasuk dalam pendapatan nasional. Namun, manfaat pendapatan perkapita ini tidak sama dengan pendapatan nasional.

Pendapatan nasional ialah total pendapatan suatu negara pada satu tahun. Sedangkan pendapatan perkapita ialah pendapatan rata-rata dari penduduk suatu negara dalam jangka waktu satu tahun.

Pendapatan nasional sanggup dipengaruhi oleh jumlah penduduk pada suatu negara, semakin banyak jumlah penduduk maka semakin tinggi pula pendapatan nasional suatu negara. Namun banyaknya jumlah penduduk belum tentu menjadi jaminan pendapatan perkapita negara tersebut juga besar. Hal ini menjadi salah satu manfaat pembangunan ekonomi pada penduduk suatu negara, alasannya ialah kesenjangan ekonomi penduduk menjadi salah satu indikator meningkatnya pendapatan perkapita.

Cara menghitung pendapatan perkapita ialah dengan membagi pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk. Namun pendapatan perkapita ini tidak begitu mempertimbangkan aspek distribusi pendapatan penduduk. Sehingga tidak sanggup secara pribadi dipakai untuk melihat tingkat kesejahteraan suatu penduduk, tapi sanggup dipakai sebagai salah satu indikator pengukuran kesejahteraan.

Fungsi utama atau manfaat mempelajari pendapatan perkapita, ialah mengetahui manfaat pendapatan perkapita itu sendiri, yaitu:

Manfaat Pendapatan Perkapita Bagi Negara
Manfaat Pendapatan Perkapita Bagi Negara
  1. Dapat menjadi salah satu indikator untuk mengetahui tingkat perekonomian pada suatu negara, sanggup dilihat dari tinggi atau tidaknya hasil perhitungan mendapatan perkapita.
  2. Dapat menjadi salah satu indikator untuk melihat tingkat kemakmuran penduduk di suatu negara, jikalau pendapatan perkapita riil akhirnya semakin meningkat maka kemakmuran juga semakin meningkat juga.
  3. Dapat dipakai teladan untuk perbandingan tingkat perekonomian dan tingkat kemakmuran antara satu negara dengan yang lain, apakah termasuk dalam kelompok tinggi, menengah atau rendah.

Manfaat penghitungan pendapatan perkapita juga sanggup dipakai sebagi teladan dalam pengambilan keputusan kebijakan perekonomian oleh pemerintah, sebagai bentuk evaluasi.

  1. Dapat dipakai untuk memonitor kemajuan pembangunan ekonomi dan kemakmuran di suatu negara, dengan membandingkan hasil perhitungan pendapatan perkapita dari tahun ke tahun.
  2. Dalam prosesnya, sanggup dipakai untuk melihat data kependudukan terkini suatu negara dari jumlah penduduk, peningkatan pertumbuhan penduduk dan luas persebaran penduduk pada tiap daerah.

Pendapatan perkapita tidak secara pribadi sanggup dipakai untuk memilih tingkat kesejahteraan penduduk, alasannya ialah harus diketahui dahulu berapa pendapatan perkapita riil dari suatu negara. Sehingga bukan pendapatan perkapita nominal yang dipakai sebagai patokan suatu negara makmur atau tidak. Kemakmuran dan kesejahteraan suatu negara tidak hanya sanggup dilihat melalui perhitungan pendapatan perkapita saja. Ada beberapa hal lain yang juga menjadi teladan suatu negara makmur atau tidak, yaitu:

Jumlah atau persentase penduduk yang masih hidup berada di bawah garis kemiskinan.

Distribusi pendapatan nasional, yaitu tergantung pemerintah mendistribusikannya apakah menumpuk hanya di sebagian orang saja sehingga menjadi timpang atau merata ke seluruh lapisan masyarakat.

Kemudahan penduduk memperoleh kebutuhan pokok sehari-hari dan lapangan pekerjaan.

Sehingga manfaat perdagangan internasional, pajak dan lain sebagainya sanggup mempengaruhi besar pendapatan nasional, yang juga sanggup menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kemakmuran penduduk. Demikian ulasan mengenai beberapa manfaat pendapatan perkapita bagi suatu negara, yang dipakai sebagai salah satu indikator untuk mengetahui kemampuan dan kemakmuran penduduk di suatu negara.

Recommended For You

About the Author: Rahul